Selasa, 25 Oktober 2011

Sinopsis: Wo Ai Ni, Allah (Vanny Chrisma W.)


Bagaimana rasanya hidup dalam kehampaan jiwa, spiritual, dan sosial sekaligus? Melalui pergulatan panjang, pencarian melelahkan, hingga perdebatan sengit tentang eksistensi dan orientasi hidup setiap manusia di bumi ini, Vanny Chrisma W. menorehkan kisah yang sangat meng-harukan, mendebarkan, dan sekaligus menggugah kesadaran spiritual setiap kita sebagai anak-anak manusia yang lemah, dhaif, dan karenanya sangat membutuhkan kehadiran Tuhan dalam setiap langkah hidupnya. Ada banyak dialog dan adegan menggetirkan yang mungkin tak pernah terlintas dalam benak setiap kita, sekalipun hal-hal tersebut sangat identik dengan perilaku keseharian religiusitas kita. Sebuah novel inspiratif yang akan memberikan warna tersendiri bagi perjuangan peneguhan iman di hati setiap kita, bahkan di kala kita telah merasa sebagai muslim/muslimah yang kaffah (sempurna). 

By: Yongky Martindo Putra

Sinopsis: Heaven On Earth (Kaka Haye)

Vibrant and irrepressibly alive, Chand (Preity Zinta) is a young bride leaving her home in Ludhiana, India, for the cavernous landscape of Brampton, Ontario, where her husband Rocky (Vansh Bhardwaj) and his very traditional family await her arrival. Everything is new to Chand; everything is unfamiliar including the quiet and shy Rocky who she meets for the first time at the Arrivals level of Pearson Airport. Chand approaches her new life and her new land with equanimity and grace, and at times the wide-eyed optimism of hope—her first snowfall is a tiny miracle of beauty, and the roar of Niagara Falls creates the excitement of new beginnings.

But soon optimism turns to isolation as the family she has inherited struggles beneath the weight of unspoken words, their collective frustration becoming palpable. No one feels the pressure more than Rocky, weighed down by familial obligations. A controlling mother who can’t let him go, a sweet but ineffectual father, and a sister whose two children and unemployed husband are also a burden. All live with Rocky and Chand in a two-bedroom house in the suburbs of Toronto. To make matters worse, Rocky is expected to find the money to bring his extended family to Canada. Unable to express his anger, he finds other ways to release it and it’s Chand who bears the brunt of his repressed rage.


By: Fina Destriana


Trapped in a world she cannot comprehend and unable to please her husband, Chand is desperate. Hope comes in the form of Rosa (Yanna McIntosh), a tough and savvy Jamaican-Canadian woman who works alongside Chand in a factory where immigrant women from all over the world clean and press dirty hotel laundry. Rosa sees past the make-up that covers Chand’s bruised face. Realizing Chand has nowhere to turn, Rosa gives her a magical root advising her “to put it in whatever the bastard drinks.” The root seduces the one who takes it, making them fall hopelessly in love with the person who gives it to them. Chand’s attempts with the magic root lead to surreal incidents and her life gradually begins to mirror an Indian fable involving a King Cobra. As the lines between fantasy and reality converge, Chand and Rocky come face to face with each other and themselves.

Sinopsis: Ecliepse (Stephenie Meyer)

Edward harus berupaya keras untuk kembali memenangkan hati Bella. Meskipun gadis itu bersedia menjadi tunangannya, namun kehadiran sekawanan manusia serigala teman-teman Jacob Black memperunyam suasana. Apalagi dengan munculnya kembali Victoria, vampir wanita yang kekasihnya James telah dibunuh oleh Edward, yang menuntut pembalasan dan mengincar Bella. Dan pada saat itulah Edward harus berpikir jernih demi gadis yang sangat dicintainya. Mengesampingkan segala rasa cemburu dan hanya berdasarkan logika, Edward memutuskan untuk mengamankan kekasihnya di bawah lindungan Jacob Black dan kawanan serigalanya.
Namun Victoria ternyata semakin kuat dengan menciptakan pasukan dengan meciptakan vampir-vampir baru yang haus darah dan mengancam keselamatan penduduk di Forks.


Keluarga Edward berusaha mencari dukungan keluarga-keluarga vampir yang lain meski tanpa hasil. Satu-satunya kesempatan menang hanyalah bila mereka mengajak kawanan manusia serigala untuk bergabung membantu mereka.


Lalu sanggupkah hati Bella melihat kedua lelaki yang sama-sama dicintainya, Edward dan Jacob, bertarung mati-matian melawan pasukan vampir demi menyelamatkan hidupnya? Kepada siapakah nanti hatinya akan berpihak? Sanggupkah dia memilih salah satu di antara mereka berdua? Bila dia memutuskan menikah dengan Edward, lalu bagaimanakah dengan Jacob?

By: Tio Dwi Akbar

Sinopsis: Pocong Juga Poconggg (Arief Muhammad)


Predikat sebagai pocong jantan sedikit lagi bisa gue raih. Setelah semua penjuru kompleks dijabanin, gue pun memutuskan untuk pulang.
Awalnya sih gue santai-santai aja. Sewaktu masuk ke kompleks, gue nggak ngeliat tanda-tanda bakal nemuin kesulitan di daerah ini. Pas udah mau pulang, keadaannya berubah. Ternyata portal jalannya udah ditutup.
” TERNYATA PORTAL JALANNYA UDAH DITUTUP!!!”
Sengaja diulang biar makin tegang.
Posisi portalnya kentang banget. Nggak tinggi, tapi juga nggak pendek-pendek amat. KALAU GUE LOMPATIN udah pasti nggak bakal nyampe. KALAU GUE GELINDING lewat bawah, lebih nggak mungkin lagi. Pocong dari lurah mana yang bisa bangun sendiri dari posisi rebahan? Nggak ada! Berdiri tanpa bantuan adalah hal yang mustahil buat pocong. KALAU PORTALNYA GUE ANGKAT…
Ya, lo pikir aja sendiri… gimana caranya?
Sumpah, gue panik
…
Lompat. Lompat. Lompat.. .!
… Kalau ada pocong (sambil merinding nulisnya), yang bisa bikin saya ketawa ya cuma si Poconggg ini (ingat, pake huruf 3 g di belakang).
Siapa itu Poconggg ?
Poconggg (masih pake 3 huruf “g” di belakang) adalah nama dari seikat pocong (masih sambil merinding nulisnya) yang bisa menulis buku entah pake apaan dan sangat gaul punya banyak follower di twitter (entah gimana juga cara nge-tweet-nya), tapi yang pasti buku tulisan hasil dari pengalaman konyolnya ini sukses bikin saya meringis sambil senyum-senyum sendiri di kursi kereta Fajar yang saya tumpangi beberapa waktu lalu.
Untungnya waktu itu saya duduk sendirian, so nggak perlu permisi kiri kanan untuk sekedar nyengir atau bahkan ketawa kecil ngebaca perjalanan seikat pocong ini lewat bukunya yang berjudul “Poconggg Juga Pocong”
Seikat Pocong ?
Yap, begitulah mahluk bernama Poconggg ini menamai sebutannya, sebab ia merasa tidak pantas untuk disebut sebagai seorang pocong dan bahkan merasa sangat terhina jika harus dipanggil sebagai seekor pocong. So, sebutan “seikat” pocong tampaknya sudah pas mantab melekat di tubuhnya
Meski ada beberapa bagian yang agak hambar bagi saya, tapi buku ini sukses menceritakan banyak kisah lucu termasuk bagaimana “ketrampilan” si Poconggg dalam membuat 3 skenario Film yang (menurutnya) pasti bakalan masuk Box Office  Indonesia. 3 skenario film ini muncul akibat kejengahan dia melihat tema-tema film horor Indonesia yang rata-rata mengangkat keseksian dan kesensualan semata. Penasaran bagaimana jalan cerita yang disusun oleh si Poconggg ? baca aja sendiri di bukunya yaa
Pocong yang satu ini ternyata juga punya banyak penggemar, dan kebanyakan cewek (tumben cewek doyan ama pocong .. hehe), kelihatan di bagian akhir buku ini yang mempaparkan aksi gila-gilaan para follower Poconggg di sebuah mall yang foto-fotonya dipajang di buku ini dimana sebagian besar terdiri dari kaum hawa (atau sengaja cuma foto cewek yang dipajang ya conggg ?  )
Buku “Poconggg Juga Pocong” mampu membangun image bahwa tidak selamanya horor itu mengerikan. Dengan sentuhan kreativitas, kisah horor dan seram pun bisa berubah menjadi lucu dan menghibur meski tetap saja saya ogah membayangkan rasanya membaca buku ini dengan ditemani p****g beneran.. hii 


Selamat berkarya buat Poconggg, ditunggu koleksi sekuel bukunya atau mungkin juga versi layar lebar dari Poconggg Juga Pocong yang siapa tau bisa menyaingi atau bahkan menumbangkan “popularitas” film horor Indonesia seperti Tusuk Jelangkung, Mati Suri, Si Manis Jembatan Ancol, Kuntilanak dan sebagainya. Wah makin banyak mahluk seram ketulis disini, semoga Anda tidak kapok membaca blog ini yah
Ok, buat rekan-rekan yang penasaran dengan buku ini tampaknya masih banyak stok tersedia kok di barisan rak BestSeller di toko-toko buku terdekat di kota Anda (malah ikutan promosi, mana bagian komisinya conggg ? ), atau pesan aja di toko buku online terdekat di internet Anda, harganya terjangkau kok, sekitar 30 ribuan saja.
Silakan baca dan tertawa ngakak bersama Poconggg …

By: Suryo Hadi Utomo

Sinopsis: Gerhana Kembar (Clara Ng)

Lendy editor buku yg bekerja pada perusahaan penerbitan besar terkejut ketika tanpa sengaja menemukan naskah tua & potongan-potongan surat di dalam lemari baju neneknya. Nenek sendiri sedang dalam keadaan sekarat di rumah sakit akibat penyakit kanker yg dideritanya. Bagaikan masuk ke dunia yg dulu terkunci rapat Lendy tenggelam dalam kisah pada naskah itu. Semakin dalam dia membaca Lendy semakin yakin cerita itu adl kisah nyata. Kisah yg mati-matian disembunyikan oleh neneknya. 

Kisah yg membelit masa lalu nenek & menjadi sejarah dari kehadiran diri di dunia. Bersama kisah itu Lendy menapaktilas kembali kehidupan serta hubungan dgn ibunya: mencoba jujur terhadap diri sendiri berani memaafkan & berdamai dgn masa lalu Kisah ini adl kisah perjalanan hati. Kisah tentang keluarga; kisah tentang keberanian kekuatan & ketabahan. Kisah cinta yg tak pernah kehilangan makna walau diberikan di antara dua perempuan. Gerhana Kembar.

By: Anita Aprilliani Ichwana

Sinopsis: Bolehkah Aku Memanggil Mu Ayah? (ChiChi Sukardjo)

Hidup merupakan anugrah, bergerak dari hikmah ke hikmah. Bahkan keindahan yang unik dari hidup ini adalah bahwa hikmah tak jarang dating dari pihak-pihak yang tak pernah kita duga akan memberi kekayaan hakiki. Mereka yang seolah lemah dan tak punya posisi tawar ini, ternyata justru menjadi pemilik kearifan sejati.

By: Yoga Yudhistira Rana

Sinopsis: Tetralogi Laskar Pelangi (Andrea Hirata)

Novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi ini bercerita tentang petualangan Ikal dan Arai di Eropa. Setelah berhasil memperoleh beasiswa ke Prancis, Ikal dan Arai, mengalami banyak kejadian yang orang biasa sebut sebagai kejutan budaya. Banyak kebiasaan dan peradaban Eropa yang berlainan sama sekali dengan peradaban yang selama ini mereka pahami sebagai orang Indonesia, khususnya Melayu.
Buku ini berkisah tentang kisah dua anak melayu Belitong yaitu Ikal (Andrea Hirata) dan Arai yang mendapatkan beasiswa dari Uni Eropa untuk melanjutkan sekolahnya di Universitas Sorbonne, Paris, Prancis.

Pada bagian awal buku ini diceritakan sedikit kisah Ikal mulai dari Ikal lahir sampai pada saat Ikal dan Arai berangkat meninggalkan Jakarta untuk bersekolah di Universitas Sorbonne. Lalu pada kisah selanjutnya, diceritakan tentang perjalanan Ikal dan Arai dari Bandara Soekarno Hatta sampai ke Paris. Akhirnya dari mimpi-mimpi Ikal yang bisa dibilang tidak mungkin untuk anak melayu Belitong miskin yang dulu bersekolah di gubuk kopra yang juga berfungsi sebagai kandang kambing untuk melihat keindahan kota Paris secara langsung tercapai juga dan yang pasti adalah mimpi untuk menginjakkan kaki di almamater terhebat: Sorbonnne. Pada kisah selanjutnya yaitu masa-masa Ikal dan Arai kuliah di Sorbonne sampai pada hari-hari terakhir musim salju, yaitu pada saat Ikal dan Arai akan memulai perjalanan yang lebih menegangkan dibandingkan dengan pergi ke Paris dan bersekolah di Sorbonne. Mereka akan menjelajahi Eropa sampai Afrika! Lalu setelah Ikal dan Arai selesai menjelajahi Eropa sampai Afrika, Arai-pun jatuh sakit dan pulang ke Indonesia. Sedangkan Ikal melanjutkan kuliahnnya di Inggris karena guru yang membimbing Ikal pindah ke Inggris untuk pensiun. Dan akhirnya, Ikal melihat pemandangan yang sering dilihatnya didalam khayalannya sendiri, tetapi sekarang pemandangan itu nyata, dan pemandangan itu adalah… Edensor.

Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!

Di dalam buku ini juga Ikal dan Arai kembali menuai karma akibat kenakalan-kenalan yang pernah mereka lakukan semasa kecil dan remaja dulu. Pembaca akan dibawa ke dalam petualangan mereka menyusuri Eropa dengan berbagai pengalaman yang mencengangkan, mencekam, membuat terbahak, sekaligus berurai air mata.

By: M. Yazid Akbar

Sinopsis: Winter In Tokyo (Ilana Tan)

Tetangganya laruku, nishimura kazuto, dating ke Tokyo untuk mencari suasana yang berbeda. Itulah katanya, tapi menurutku alasannya lebih baik dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan, dan bisa diandalkan. Perlahan-lahan mungkin sejak malam natal itu aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan sejak itu pula rasanya sulit membayangkan hidup tanpa dia keiko tentang kazuto sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu yang menarik dari ishida keiko. Segalanya terasa menyenangkan bila dia ada. Segalanya terasa baik bila dia ada. Saat didalam hatinya masih ada seseorang yang di tunggunya. Cinta pertamanya. Kuharap dia bisa berhenti memikirkan orang itu dan mulai melihatku. Karena hidup tanpa dirinya sama sekali bukan hidup.

Mereka pertama kali bertemu di awal musim dingin di Tokyo. Selama sebulan bersama, perasaan baru pun terbentuk. Lalu segalanya berubah ketika suatu hari salah seorang dari mereka terbangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang tadinya sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya.

By: Eliza Oktaviani

Sinopsis: Ayat-Ayat Cinta (Habiburrahman El-Shirazy)

Novel ini bercerita tentang perjalanan cinta dua anak manusia yang berbeda latar belakang dan budaya; yang satu adalah mahasiswa Indonesia yang sedang studi Universitas Al-Azhar Mesir, dan yang satunya lagi adalah mahasiswi asal Jerman yang kebetulan juga sedang studi di Mesir. Kisah percintaan ini berawal ketika mereka secara tak sengaja bertemu dalam sebuah perdebatan sengit dalam sAyatebuah metro (sejenis trem).

Mein Neim Ist Aisha
——————————
Pada waktu itu, si pemuda yang bernama lengkap Fahri bin Abdullah Shiddiq, sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima, ujung utara kota Cairo, untuk talaqqi (belajar secara face to face pada seorang syaikh) pada Syaikh Utsman Abdul Fattah, seorang Syaikh yang cukup tersohor di seantero Mesir. kepadanya Fahri belajar tentang qiraah Sab’ah (membaca Al-Qur’an dengan riwayat tujuh imam) dan ushul tafsir (ilmu tafsir paling pokok). Hal ini sudah biasa dilakukannya setiap dua kali seminggu, setiap hari Ahad/Minggu dan Rabu. Dia sama sekali tidak pernah melewatkannya walau suhu udara panas menyengat dan badai debu sekalipun. Karena baginya itu merupakan suatu kewajiban karena tidak semua orang bisa belajar pada Syaikh Utsman yang sangat selektif dalam memilih murid dan dia termasuk salah seorang yang beruntung.

Di dalam metro, Fahri tidak mendapatkan tempat untuk duduk, mau tidak mau dia harus berdiri sambil menunggu ada kursi yang kosong. Kemudian ia berkenalan dengan seorang pemuda mesir bernama Ashraf yang juga seorang Muslim. Merteka bewrcerita tentang banyak hal, termasuk tentang kebencian Ashraf kepada Amerika. Tak berapa lama kemudian, ada tiga orang bule yang berkewarganegaraan Amerika (dua perempuan dan satu laki-laki) naik ke dalam metro. Satu diantara dua perempuan itu adalah seorang nenek yang kelihatannya sudah sangat lelah. Biasanya orang Mesir akan memberikan tempat duduknya apabila ada wanita yang tidak mendapatkan tempat duduk, namun kali ini tidak. Mungkin karena kebencian mereka yang teramat sangat kepada Amerika. Sampai pada suatu saat, ketika si nenek hendak duduk menggelosor di lantai, ada seorang perempuan bercadar putih bersih yang sebelumnya dipersilahkan Fahri untuk duduk di bangku kosong yang sebenarnya bisa didudukinya, memberikan kursinya untuk nenek tersebut dan meminta maaf atas pwerlakuan orang-orang Mesir lainnya. Disinilah awal perdebatan itu terjadi. Orang-orang Mesir yang kebetulan mengerti bahasa Inggris merasa tersinggung dengan ucapan si gadis bercadar. Mereka mengeluarkan berbagai umpatan dan makian kepada sang gadis, dan ia pun hanya bisa menangis. Kemudian Fahri berusaha untuk meredakn perdebatan itu dengan menyuruh mereka membaca shalawat Nabi karena biasannya dengan shalawat Nabi, orang Mesir akan luluh kemarahannya dan ternyata berhasil. Lalu ia mencoba menjelaskan pada mereka bahwa yang dilakukan perempuan bercadar itu benar, dan umpatan-umpatan itu tidak layak untuk dilontarkan. Namun apa yang terjadi, orang-orang Mesir itu kembali mrah dan meminta Fahri untuk tidak ikut campur dan jangan sok alim karena juz Amma saja belumtentu ia hafal. 

Kemudian emosi mereka mereda ketika Ashraf yang juga ikut memaki perempuan bercadar itu, mengatakan bahwa Fahri adalah mahasiswa Al-Azhar dan hafal Al-Qur’an dan juga murid dari Syaikh Utsman yang terkenal itu. Lantas orang-orang Mesir itu meminta maaf pada fahri. Fahri kemudian menjelaskan bahwasanya mereka tidak seharusnya bertindak seperti itu karena ajaran Baginda Nabi tidak seperti itu. Lalu ia pun menjelaskan bagaimana seharusnya bersikap kepada tamu apalagi orang asing sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Mereka pun mengucapkan terima kasih pada fahri karena sudah megingatkan mereka. 

Sementara itu, si bule perempuan muda, Alicia, sedang mendengarkan penjelasan tentang apa yang terjadi dari si perempuan bercadar dengan bahasa Inggris yang fasih.Kemudian Alicia berterima kasih dan menyerahkan kartu namanya pada Fahri. Tak berapa lama kemudian metro berhenti dan perempuan bercadar itupun bersiap untuk turun. Sebelum turun ia mengucapkan terima kasih pada Fahri karena sudah menolongnya tadi. Akhirnya mereka pun berkenalan. Dan ternyata si gadis itu bukanlah orang Mesir melainkan gadis asal Jerman yang sedang studi di Mesir. Ia bernama Aisha.

———————————————
Di Mesir, Fahri tinggal bersama dengan keempat orang temannya yang juga berasal dari Indonesia, yaitu Saiful, Rudi, Hamdi dan Misbah. Fahri sudah tujuh tahun hidup di Mesir. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana yang mempunyai dua lantai, dimana lantai dasar menjadi tempat tinggal Fahri dan empat temannya, sedangkan yang lantai atas ditempati oleh sebuah keluarga Kristen Koptik yang sekaligus menjadi tetangga mereka. Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros, Madame Nahed, dan dua orang anak mereka – Maria dan Yousef. Walau keyakinan dan aqidah mereka berbeda, namun antara keluarga Fahri (Fahri dkk) dan keluarga Boutros terjalin hubungan yang sangat baik. Di Mesir, bukanlah suatu keanehan apabila keluarga Kristen koptik dan keluarga Muslim dapat hidup berdampingan dengan damai dalam masyarakat. Keluarga ini sangat akrab dengan Fahri terutama Maria. Maria adalah seorang gadis Mesir yang manis dan baik budi pekertinya. Kendati demikian, Fahri menyebutnya sebagai gadis koptik yang aneh, karena walaupun Maria itu seorang non-muslim ia mampu menghafal dua surah yang ada dalam Al-Quran dengan baik yang belum tentu seorang Muslim mampu melakukannya. Ia hafal surat Al-Maidah dan surah Maryam. Fahri juga baru mengetahuinya ketika mereka secara tak sengaja bertemu di metro. Seluruh anggota keluarga Boutros sangat baik kepada Fahri dkk. Bahkan ketika Fahri jatuh sakit pun keluarga ini jugalah yang membantu membawa ke rumah sakit dan merawatnya selain keempat orang teman Fahri. Apalagi Maria, dia sangat memperhatikan kesehatan Fahri. Keluarga ini juga tidak segan-segan mengajak Fahri dkk untuk makan di restoran berbintang di tepi sungai Nil,kebanggaan kota Mesir, sebagai balasan atas kado yang mereka berikan. Pada waktu itu Madame Nahed berulang-tahun dan malam sebelumnya Fahri dkk memberikan kado untuknya hanya karena ingin menyenangkan hati beliau karena bagi Fahri menyenangkan hati orang lain adalah wajib hukumnya. 

Setelah makan malam, tuan dan nyonya Boutros ingin berdansa sejenak. Madame Nahed meminta Fahri untuk mengajak Maria berdansa karena Maria tidak pernah mau di ajak berdansa. Setelah tuan dan nyonya Boutros melangkah ke lantai dansa dan terhanyut dengan alunan musik yang syahdu, Maria pun memberanikan diri mengajak Fahri untuk berdansa, namun Fahri menolaknya dengan alasan Maria bukan mahramnya kemudian menjelaskannya dengan lebih detail. Begitulah Fahri, ia selalu berusaha untuk menjunjung tinggi ajaran agama yang dianutnya dan selalu menerapkannya dalm kehidupan sehari-hari.

Si Muka Dingin Bahadur dan Noura yang Malang
———————————————————————-
Selain bertetangga dengan keluarga Boutros, Fahri juga mempunyai tetangga lain berkulit hitam yang perangainya berbanding 180 derajat dengan keluarga Boutros. Kepala keluarga ini bernama Bahadur yang terkenal dengan julukan si Muka Dingin karena ia selalu berperangai kasar kepada siapa saja bahkan dengan istrinya madame Syaima dan putri bungsunya Noura. Bahadur dan istrinya mempunyai tiga orang putri, Mona, Suzanna, dan Noura. Mona dan Suzanna berkulit hitam namun tidak halnya dengan Noura, dia berkulit putih dan berambut pirang. Hali inilah ang membuat Noura dimusuhi keluarganya yang pada akhirnya membuat dirinya tercebur kedalam penderitaan yang amat sangat. Bahadur mempunyai watak yang keras dan bicaranya sangat kasar, Nouralah yang selalu menjadi sasaran kemarahannya. Dan kedua orang saudaranya yang juga tidak menyukai Noura mengambil kesempatan ini untuk ikut-ikutan memaki dirinya. Sampai tibalah pada suatu malam yang tragis dimana Bahadur menyeret Noura ke jalanan dan punggungnya penuh dengan luka cambukan. Hal ini sudah sering terjadi, namun malam itu yang terparah. Tak ada satu orang pun yang berani menolong. Selain hari sudah larut, Bahadur juga dikenal amat kejam. Akhirnya, karena sudah tak tahan lagi melihat penderitaan Noura, Fahri pun meminta bantuan Maria melaui sms untuk menolong Noura. Awalnya Maria menolak karena tidak mau keluarganya terlibat dengan keluarga Bahadur. Namun setelah Fahri memohon agar Maria mau menolongnya demi kecintaan Maria terhadap Al-Masih, Maria akhirnya luluh juga.

Jadilah malam itu Noura menginap di rumah keluarga Boutros. Malam ini jualah yang akhirnya menghantarkan Fahri ke dalam penderitaan yang amat sangat dan juga membuatnya hampir kehilangan kesempatan untuk hidup di dunia fana ini.

By: Gita Purnama Sari

Sinopsis: Surat Kecil Untuk Tuhan (Agnes Davonar)

Surat kecil untuk tuhan adalah sebuah buku yang diangkat dari kisah nyata. Perjuangan seorang gadis remaja Indonesia bernama “Gita Sesa Wanda Cantika” atau Keke, gadis cantik, pintar dan mantan artis penyanyi cilik berusia 13 tahun, yang menjadi penderita kanker jaringan lunak pertama di Indeonsia.

Kanker itu menyerang wajahnya yang cantik dan menjadikannya seperti monster, bahkan dokter pun mengatakan kalau hidupnya hanya tinggal beberapa bulan saja.

Tak mau menyerah, sang Ayah terusberjuang agar Keke dapat elaps dari vonis kematian. Perjuangan sang Ayah menyelamatkan putrinya begitu mengharukan, Keke yang menyadari hidupnya akan berakhir kemudian menuliskan sebuah suart kecil untuk tuhan.

Tuhan memberikan anugerah dalam hidupnya, Keke mampu bertahan bersama kanker itu selama 3 tahun lamanya, walau pada akhirnya ia menyerah.

By: Maya Adriana

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host